Informasi

Jangan Berlibur Sendirian di Pulau Ujung Wakatobi, Ini Sebabnya

pulau binongko

Jangan Berlibur Sendirian di Pulau Ujung Wakatobi, Ini Sebabnya

Salah satu spot terbaik Wakatobi, ada di pulau Binongko.

Yang merupaka pulau paling ujung, diantara Wangi-wangi, Kaledupa, dan Tomia.

Berbeda dengan pulau lainnya. Binongko tidak berpasir, namun penuh bebatuan.

Layaknya karang yang ditumbuhi pepohonan hijau. Percaya tidak percaya disini pohon pisang tumbuh subur.

Baiklah, bisa dibilang diantara keempat pulau Wakatobi, Binongko lah yang menjadi pulau dengan penuh eksotis itu menurut penulis.

Bagaimana tidak, disini aroma laut masih mengiakat segar, angin tak berpolusi bisa edirasakan, keeksotisan suguhan panorama yang tak terjamah oleh papan pemberitahuan.

Sayangnya, akses untuk menjangkaunya begitu rumit. Kalian harus menahan ombak kurang lebih 6 jam.

Bukan sekedar ombak biasa, penuh dengan gelombang berat. Entah, karena amarah laut atau penyambutan bahagia.

Tapi akan terbalas ketika menginjakkan kaki di tanah tukang besi ini.

Ini Sebabnya

Kalian bisa merencanakan destinasi hebat ini, bersama keluarga.

Mengeksplore lebih jauh keindahan sesungguhnya kuasa Tuhan.

Tak terjamah oleh lukisan manusia, entah itu dari segi pemberdayaan atau pengelolaan kawasan wisata dengan lebih baik.

Tanpa dipoles pun Binongko sudah hebat. Untuk diving ataupun snorkling penulis belum bisa merekomendasikannya. Karena, penulis belum melakukan kedua hal tersebut disana.

Rencanakan liburanmu hingga tiga hari bersama keluarga, teman, kerabat atau kekasih.

Asalkan jangan sendiri. Disini kental dengan cerita mistis dan kepercayaan setempat.

Namun, jika sendiri juga tak masalah karena, masyarakatnya begitu ramah dan menyenangkan.

Ngomong-ngomong, jangan harap ada hotel berbintang ataupun villa serta resort disini.

Sama sekali tidak ada, namun ada beberapa rumah yang akan bersedia dijadikan homestay jika kalian mau membayar lebih.

Untuk bujet berpergian, Rp 500 ribu saja. Jangan banyak-banyak.

Disini juga tidak ada restoran, bahkan mungkin warung makan.

Pasar saja dalam seminggu hanya buka satu hingga tiga kali. Airnya asin jarang kalian menemukan yang tawar.

Listrik hanya ada pada malam hari. Siang hari ada, namun hanya untuk yang memiliki jenset.

Namun, tetap menyenangkan. Singgahlah walau sejenak. Disini kedamaian akan kau dapatkan.

Comment here