Cerita Mistis

Pengalaman Mistis di Kerajaan Pantai Selatan

Haiii.. namaku dito, saya ingin ceritain pengalaman waktu shooting di pantai selatan. sebuah kejadian dan pengalaman spiritual yang paling kuat yang pernah kurasakan

Ini terjadi 1th yang lalu tepat nya mei tahun 2018. Waktu itu aku bersama tim produksi melakukan survey ke tempat yang tidak terlalu istimewa sih, ke tidak lain adalah pantai parang kritis. Selain survey, kegiatan ini juga dalam rangka liburan spiritual buat kami, jadi cuma yang lulus yang pada ikut,terkhusus saya. Singkat cerita kita pada udah sampai nih. Karena pada cape, jadi begitu sampai kebanyakan langsung cari tempat untuk istirahat. Soalnya sampainya juga lewat jam 8 malem.

Saya bersama teman2 , saya tidak langsung istirahat tapi jalan-jalan disekitar pantai parangtritis. Saat itu sempat ada yang menegur saya, soalnya saya pakai kemeja warna hijau .Tapi dasarnya saya sengaja akan hal ini untuk membuktikan legenda ratu pantai selatan yang konon akan menculik manusia jika mengenakan warna hijau, jadi teguran
itu tidak dihiraukan , cuma iya-iya aja tapi tetep main.

Suasana di Pantai Selatan

Deburan ombak terasa semakin besar aja, tak ada suara lagi selain suara ombak diselingi gelak tawa kami. Tapi… lama-lama kok saya tidak mendengar suara tawa mereka lagi, saya pun heran siapa yang mengikuti saya, apakah teman2 produksi mau ngerjain? Setelah saya perhatikan sekeliling saya baru sadar, bukan teman-teman saya, tapi saya yang ke mana. Saya tidak mengenal lagi tempat ini, bukan pantai, bukan penginapan, tak ada ombak juga. Saya benar-benar terpukau dan makin penasaran akan sosok nya

Sambil berkeliling dan eksplor area yang tidak saya kenali, tiba-tiba datang orang yang belum pernah saya lihat. Seorang wanita nan cantik sekali menghampiri saya dan dia pun berucap “Ikuti saya..!”, saya tidak bisa apa-apa, jadi saya ikuti saja. Saya dibawa melewati pekarangan yang luas dengan penjaga-penjaga, tapi… semuanya wanita tak ada satupun pria kecuali saya.

Ruang Makan Kerajaan

Masuk ke sebuah ruangan makan yang mirip seperti ruang makan kerajaan. Disana sudah disiapkan berbagai makanan yang sudah pasti enak-enak. Saya dipersilahkan makan. Saya yang sedikit curiga tentu tidak langsung memakan hidangan itu, wanita itu pun marah dan membentak saya seperti ini “Makanlah! Semua itu sudah Kanjeng Ratu siapkan untukmu!” saya pun memohon maaf atas ketidaksopanan saya pun tak banyak tanya dan langsung makan.

Selesai makan saya dibawa lagi keluar ruangan menuju ruangan yang tak terlalu jauh dari ruangan itu. Ternyata saya dibawa ke sebuah istana super megah dan masuk ruangan yang berisi 5 orang. Satu diantaranya duduk di singgasana dan yang lainnya berdiri di sudut kiri-kanan. Benar, yang sedang duduk itu adalah Kanjeng Ratu dan yang lainnya adalah dayang-dayang.

Wanita yang membawa saya kemudian bersujud lalu pergi, tinggal saya yang ada di situ. Kanjeng Ratu pun memperkenalkan dirinya dengan tutur sapa yang lembut dan sopan. Karena beliau begitu ramah saya pun tenang dan langsung terbiasa. Setelah mengobrol panjang lebar, beliau memberi dua pilihan pada saya, apakah akan terus di sini menemani Kanjeng Ratu dan menjadi Raja pengusa lautan atau pulang, rupanya beliau menunggu seorang pria dari kaum adam untuk beliau jadikan raja. Saya pun memilih pulang, beliau tampak kecewa dengan jawaban saya Beliau berkata siapa jejaka (lelaki) yang memakai pakaian atas berwarna hijau , artinya ia ingin di undang ke kerajaan Kanjeng Ratu, mengenai perlakuan beliau tergantung niat jejakanya sendiri. Ada pun apabila pakaian atasnya berwarna polos lain selain merah, artinya ia mengantarkan dirinya sendiri untuk dijadikan tumbal dan akan di pulangkan lagi jasadnya. Sebelum saya di pulangkan, beliau mengecup bibir saya dan diperintahkan bersujud pada beliau, tapi saya menolak, saya berkata sujud saya hanya untuk Tuhan saya. Beliau tersenyum dan kemudain saya di pulangkan. Sama seperti saat saya datang kesini, saya tak merasa apa-apa sampai saya merasa ombak menyentuh badan saya.

Ketika kembali rupanya hari sudah siang, panas menyengat dan banyak sekali orang di pantai. Saya teringat temen-temen saya, apa kata mereka nanti ya? Tapi saya tidak menemukan mobil yang saya tumpangi untuk datang ke sini. Karena bingung saya langsung ke pos polisi terdekat, tapi rupanya pak polisi itu sendiri yang lebih dulu kaget dibanding saya. Di dinding pengumuman terampang fotokopi foto wajah saya dengan laporan sebagai orang hilang. Pak polisi langsung menelepon ketua produksi saya. Di sana saya mendapat keterangan bahwa saya telah hilang selama 2 minggu lamanya. Dan bayang bayang wajah cantik itu terus melekat di benak ku, entah kenapa aku terpanggil untuk kesana lagi. setiap aku menatap laut, aku merasakan bisikan dari wajah yang cantik itu, memanggil untuk kepulangan ku

Cerita nyata dari D

Comments (2)

  1. ceritanya bikin merinding, saya pernah kesana dan gak heran kalo banyak banget cerita yang seperti ini

Comment here