Cerita Mistis

Cerita Mistis: ‘Onitu Papika’ Intai Nyawa di Atas Jam 2 Malam

onitu papika

Cerita Mistis: ‘Onitu Papika’ Intai Nyawa di Atas Jam 2 Malam

Tepat pukul 1 pagi, saya telah bersiap-siap untuk pulang dari kantor.

Hari ini cukup melelahkan dengan segala rutinitas yang cukup padat dan tak terkendali.

Untungnya, air putih selalu ku teguk tak lupa juga sedikit cemilan.

Badan sudah mulai pegal nampak saya sedang kelelahan dengan segala rutinitas.

Saatnya pulang.

Parkiran kantorku ada di belakang gedung. Jadi saya harus berjalan sedikitnya 50 meter kebelakang.

Ketika saya berjalan kaki menuju parkiran, saya sambil bernyanyi untuk menutupi rasa takut saya.

Konon katanya, tempat parkiran itu pernah ada seorang wanita tiba-tiba tergeletak dan mati dengan penuh misterius.

Arwahnya pun masih selalu bergentayangan disekitar kantor utamanya di area parkir.

Saya terus berjalan hingga ke arah kendaraan saya.

Suara anjing mengiringi bunyi motor, tetiba saya pun merasakan sesuatu yang aneh.

Merinding dan sangat dingin. Saya segera menyalakan motor, namun sepertinya agak susah karena motor saya juga kedinginan perlu di panasi.

Seketika, belakang motor nampaknya terasa berat alias ada yang seperti duduk.

Saya seperti sedang membonceng seseorang.

Dan yang terjadi adalah, benar saya sedang membonceng seorang wanita.

“Ampun, saya takut sama kamu,” kataku.

Lalu setan itu menjawab “Jangan takut, saya hanya mau menumpang saja,” katanya dengan lembut.

“Menumpang kemana?”
“Kekuburan, dekat empang”.

Lalu dengan rasa deg deg serr, kuantarnya.

Sepanjang jalan wajahnya begitu datar dan pucat.

Wujudnya tidak terlalu menyeramkan. Hanya saja pucat dan matanya hitam tak terlihat layaknya mata manusia.

Saya pun tiba di tempat yang telah ia tunjukkan.

“Terimakasih, ini ada oleh-olehku,” kata si setan.

Sebuah bunga putih, dibungkus kain putih dan beraroma wangi.

Lalu saya mengambilnya, dan bergegas pergi.

Nampknya, dia tetap mengikutiku dan bergentayangan di atas motorku.

Ini sudah jam 3 subuh, dan dia tetap saja terbang diatas kepalaku.

Jalanan sepi, tak ada kendaraan lain selain kendaraanku.

Tibalah saya di rumah, ia berdiri di luar pagar sambil melambaikan tangan dan bernyanyi.

“Selamat jalan kekasih..,” bersenandung lagu lawas.

Sontak, saya membalikkan tubuh dan gelora kampung saya seketika muncul.

Dengan menggunakan bahasa “Wakatobi” salah satu daerah di Sulawesi Tenggara, saya mengatakan, “Mba papika ana na onitu, kene no lagu sa,” kataku…

artinya: bergaya sekali ini setan, pake nyanyi segala lagi.

Dan akhirnya, saya lari terbirit-terbirit hingga masuk dalam kamar.

Sekian…..

Nantikan terus kisah-kisah mistis menarik lainnya, hanya di carisemuaja.com

Comment here