Cerita Mistis

Part 2: Mengejar Maut Untuk Mendekapmu Kembali

ilustrasi kekasih

Part 2: Mengejar Maut Untuk Mendekapmu Kembali

Ria masih dalam duka mendalam, setiap malamnya ia menunggu ketukkan pintu yang diharapkan kan didengarnya.

Hingga pada suatu malam dingin, dengan sedikit rintik hujan. Tiba-tiba suara pintu terketuk.

Teringat ucapan terakhir Rio, untuk tidak membuka pintu lagi karena itu bukan dia.

Namun, Ria yang begitu keras kepala membukanya. Dan tiba-tiba sosok seram dengan jubah hitam ada dihadapannya.

Ria jatuh pingsan dimalam itu. Hingga akhirnya, kerabatnya yang datang berkunjung kaget dan mengangkat tubuh Ria masuk kedalam rumah.

ilustrasi ria pingsan

Ria lama tersadar, hingga akhirnya tangannya mulai mengepal kuat dan berteriak kencang,

Sang kerabatpun tersadar Ria dalam kondisi tidak sadarkan diri alias kesurupan.

Mungkin saja pengaruh pikiran dan hayalan tentang Rio yang membekas.

Ria meraung-raung sekuat tenaga, urat-urat diwajahnya mulai keluar.

Matanya memerah, dan rambut panjangnya berantakan.

Kerabatnyapun, menelpon keluarga lainnya untuk datang.

Malam itu, mencekam bagi Ria. Ia tak sadarkan diri dengan kondisi begitu memprihatinkan.

Ketika ditenangkan oleh paranormal, ia kembali tersadar.

Namun, bukan lagi dirinya. Ia selalu menyendiri dan tidak pernah lagi membersihkan diri,

Baju yang dikenakannya itu-itu saja, warnah putih ibarat terus berkabung.

Ia tiba-tiba menangis dan tertawa. Sosok seram selalu ada didekatnya. Mendekap tubuhnya dan tak sejengakal meninggalkan raga Ria.

Ria, beberapa kali kedapatan ingin mengakhiri hidupnya. Pisau nyaris memutus urat nadinya.

Namun, masih bisa terselamtkan. Hingga akhirnya, malam kembali mencekam. Satupun kerabat dekatnya tak ada yang meninggalkannya.

Ria yang malang. Keinginannya menyusul kekasihnya lebih besar dibanding hidupnya.

Ria mulai kerasukan lagi, ia memukul siapapun yang ada didekatnya.

Ketika ingin disadarkan Ria berlari kuat menuju balkon dan akhirnya loncat dari lantai tiga rumahnya.

Kerabatpun begitu panik, Ria kejang-kejang dan tak bisa diselamtkan.

Menjemput nyawanya sendiri

Matanya terbuka lebar, lidahnya menjulur keluar dibarengi dengan darah yang terus keluar dari dalam tubuhnya.

Badannya mulai dingin dan ia menyusul arwah Rio.

Rio menjemputnya dengan tersenyum, sosok besar yang pernah mengetuk malamnya sepertinya malaikat pencabut nyawa.

Mengirim pesan rindu Rio yang tak terbendung, untuk menyusul Ria kembali kepelukannya dialam yang sama namun dengan jalan berbeda.

Tenanglah, cinta kalian abadi di nirwana akhirat. Hingga akhirnya Ria memilih mautnya sendiri untuk mendekap kembali kekasihnya.

Comment here