Cerita Mistis

Kisah Nyata Anak Adopsi Tega Bunuh Orang Tua Angkat

kisah nyata

Kisah Nyata Anak Adopsi Tega Bunuh Orang Tua Angkat

Kisah nyata ini berasal dari seorang wanita yang tidak ingin disebutkan identitas.

Menikah selama 10 tahun, lantas tak dikarunia anak. Membuat wanita yang kita sebut Mirna terpukul. Namun, sang suami terus menguatkan Mirna.

Hingga pada suatu waktu, Mirna dan suami bersepakat untuk mengapdosi seorang anak.

Mereka tidak memikirkan tentang jenis kelamin anak tersebut.

Mirna hanya ingin mendapatkan seorang anak jika dia perempuan cantik, namun jika lelaki dia tampan.

Mirna pun mengunjungi salah satu yayasan sosial yang menampung anak-anak jalanan.

Hampir seluruh bagian besar anak-anak ini sudah tidak memiliki orang tua.

Mata Mirna terpaku dengan sosok anak perempuan cantik yang enggan tersenyum.

Segera di beritahunya kepada Suami, Mirna menginginkan anak itu.

Anak perempuan yang diadopsi kita sebut saja, Riska.

Usianya baru 10 tahun, begitu diadopsi oleh Mirna dan suami gelagat Riska belum kelihatan.

Hinga suatu malam, Riska mendatangi Mirna dan menanyakan sesutu.

“Apakah benar kalian menyayangiku, seperti anak kandung kalian?”

Mirna menjawab dan langsung memeluk “Tentu iya, kau adalah belahan jiwa kami.”

Riska meminta ijin untuk tidur bersama Mira dan suaminya.

Posisi tidur Riska berada di tengah antara Mira dan Suaminya.

Namun, mata Riska nampak melihat tajam ke suami Mirna yang sedang tertidur lelap.

Meski berusia sangat muda dan masih tergolong sebagai anak kecil Riska ternyata sangat licik.

Ia sama seperti psikopat. Apa yang ada dikepalanya adalah karena tidak pernah mendapatkan kasih sayang sejak kecil.

Ia menganggap semua orang adalah musuh. Riska pun menyusun rencana untuk membunuh kedua orang tua angkatnya tersebut.

Pembunuhan Sadis

Saat Mirna dan suaminya tertidur lelap, Riska meminta untuk tidur disampingnya.

Mirna pun mengijinkan. Lalu apa yang terjadi, Riska ternyata membawa sebilah pisau.

Di goreskannya pisau tersebut di kedua pipi Mirna, ketika Mirna berteriak sang suamipun terbangun.

Riska lalu menusuk mata ayah angkatnya dengan pisau.

Begitu sadis, setelah menggoreskan benda tajam di wajah Mirna, Riska kemudian menusuk berkali perut hingga bahu.

Hal itu sangat mudah dilakukannya,mengingat Mirna dan suaminya terbaring lemas tak berdaya.

Ketika Riska mendengar teriakan ayah angkatnya, ia menusuk rongga mulut, tenggorokkan, hingga dada.

Wajah Riska berlumuran darah, ia tertawa terbahak-bahak.

Begitu sadis, hingga saat ini Riska tak diketahui keberadaannya.

Umurnya yang masih kecil memudahkan dia untuk berbas berkeliaran kemana-mana.

Comment here