Cerita Mistis

Kisahku Saat Kegunung Mistis di Wakatobi, Hingga Minum Air dan Bertapa di Kuburan

benteng tindoi

Kisahku Saat Kegunung Mistis di Wakatobi, Hingga Minum Air dan Bertapa di Kuburan

Wakatobi bukan hanya tentang keindahan, namun juga kesakralan serta kuatnya tradisi serta hal mistis yang masih dipercayai hingga saat ini.

Disana ada sebuah pemukiman warga yang berada di puncak bukit tertinggi pulau Wangi-Wangi.

Pulau tersebut merupakan pulau pertama Wakatobi, sebelum Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Konon Tindoi merupakan daratan pertama yang timbul, sebelum meluas seperti sekarang ini.

Tindoi juga dipercaya memiliki kekuatan mistis bagi siapa yang datang untuk meminta doa pada kuburan (saya tak tahu milik siapa).

Mari kita mulai bercerita

Saat saya akan menghadapi ujian sekolah, teman-teman sekelas saya berniat ke gunung Tindoi.

Katanya, untuk dapat mempermudah jalan ujian. Namun, pikirku apa tidak dengan belajar kelompok saja?

Ah, sudahlah. Lagian mereka lebih banyak setuju daripada saya.

Akhirnya, saya pergi bersama 10 orang teman lainnya.

Wah, pemandangannya indah yah. Kataku itu dalam hati.

Ternyata, teman saya sepertinya paham dengan gunung Tindoi.

Dia memanggil seorang nenek yang katanya sudah hidup lebih dari seratus tahun.

Dan katanya lagi, nenek itu berkali-kali jatuh dari tebing namun tetap hidup.

Well, saya dan 10 teman lainnya takjub dan mengatakan nenek itu kuat.

Baiklah, kami akhirnya naik keatas gunung.

Sebenarnya, gunung tersebut nampak seperti tebing. Begitu terjal dan licin.

Banyak ular kaki seribu dan akar belukar.

Memang warga sekitar Tindoi sangat mengkeramatkan tempat itu.

Setibanya kami di kuburan, saya sempat bercanda. Namun, teman saya menanggapi serius dan menyuruh saya untuk diam saja.

Saya bahkan terus memperhatikan nenek itu, memejamkan mata dan berdoa sesekali ia mengangkat tangan seperti pencak silat.

Entahlah, mungkin itu salah satu ritual.

Kami diperintahkan untuk meminum air yang telah di doakan. Saya juga tak tahu doa apa yang sudah dibacakan, namun ini sudah didoakan.

“Kalau kamu tidak percaya, akan terjadi sesuatu,” kata teman saya lagi dengan penuh serius.

Sepertinya, teman saya ini sudah paham sekali dengan tempat ini.

Baiklah saya tetap tidak percaya. Hehehehe.

Yah walaupun, air tersebut sudah terminum. Mungkin Tuhan menganggapku musyrik.

Namun, Tuhan saya benar-benar tidak percaya.

Akhirnya, pada saat ujian. Saya jalani dengan begitu sulit dan rumit bukan cuman saya namun teman-teman yang lainnya.

Tidak hanya itu, saya malah menganggap apa emang betul ya gara-gara air yang tidak ku percayai.

Ah tunggu saja hingga akhir kelulusan.

Eh ternyata..

Saya lulus, yeeeaahhh.. Airnya manjur juga ya.. eh tidak, tapikan saya tidak percaya.

Jadi? ah sudahlah intinya saya lulus thanks god maaf sudah bertingkah layaknya seorag musyrik.

Cerita ini bersumber dari seorang teman dengan inisial D.

Comments (2)

  1. Ceritanya bagus.. Sy mambacanya sdh mulai serius agk horor.. Eh ujung²nya bikin ketawa..😅.. Ditunggu crta² lainnya😊

Comment here