Travel

Kambalu Kuliner Khas Wakatobi yang Kenyal dan Menggiurka

Kambalu/Internet

Kambalu Kuliner Khas Wakatobi yang Kenyal dan Menggiurkan

Carisemuaja.com-  Kambalu merupakan kuliner khas wakatobi. Bagi traveler menjajaki sebuah daerah wisata tidak lengkap rasanya jika tak mencoba kulinernya.

Kambalu merupakan makanan yang terbuat dari keladi atau talas yang dibungkus menggunakan daun kelapa muda. Namanya mungkin agak sedikit aneh dan susah diucapkan bagi sebagian orang. Namun, rasanya mudah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Makanan ini biasanya dijadikan pengganti nasi.

Seperti diketahui, Wakatobi bukanlah daerah penghasil padi. Bagi, penulis mungkin saja dijadikan menu pokok karena banyaknya ubi atau keladi yang menjadi bahan dasar dari Kambalu. Setiap bulannya para pemilik kebun menanam keladi ataupun ubi.

Tanpa basa-basi, berikut cara membuat kambalu

1. Talas atau keladi yang telah dihaluskan, santan, minyak dan bawang goreng menjadi bahan utama yang dipersiapkan.
2. Setelah bahan siap keladi yang telah dihaluskan tadi dicampurkan dengan santen, minyak dan bawang goreng kemudian aduk rata.
3. Setelah itu masukkan adonan kedalam pembungkus yang terbuat dari daun kelapa muda.
4. Jangan lupa, sebelum itu daun terlebih dahulu diolesi minyak pada wadahnya agar tidak lengket.
5. Setelah adonan dibungkus, lalu ikat. Lakukan seperti itu hingga adonan terbungkus habis.
6. Selanjutnya siapkan air diatas kompor, tunggu hingga mendidih. Kemudian masukkan kambalu.
7. Hingga akhirnya para mahasiswa, tunggu hingga warna daun kelapa berwarna cokelat kurang lebih sampai 30 menit hingga satu jam.
8. Setelah itu angkat dan kambalu siap di sajikan sebagai pengganti nasi. Salah satu menu yang sangat cocok disandingkan dengan kambalu helosira.
Masakan tersebut begitu nikmat.

Kolaborasi Rasa

Banyak cara yang bisa digunakan untuk mengkolaborasikan rasa kambalu ini agar menjadi usaha dikenal banyak orang.

Selain kelapa muda ada beberapa bahan yang digunakan untuk membuat masakan yang satu ini, yaitu ayam kampung betina yang telah dibakar, kelapa yang sudah disangrai, daun kedondong hutan atau masyarakat setempat mengenalnya dengan sebutan kauolo, garam dan bawang merah.

Comment here