Cerita Mistis

Hantu Laut Baik di Pesisir Pantai Wakatobi, Pesan Tersirat

hantu laut di wakatobi

Hantu Laut Baik di Pesisir Pantai Wakatobi, Pesan Tersirat

Siapa yang tidak mengenal Wakatobi? Pantai dengan sejuta keindahan bawah lautnya.

Namun dibalik keindahannya tersebut, tersimpan sejuta misteri yang tak banyak diketahui.

Kata orang diving atau menyelam pada malam hari itu lebih indah di malam hari.

Kita bisa menemukan banyak hewan laut yang bermunculan dengan sinarnya sendiri.

Namun tidak bagi saya yang mengalami hal ini.

Kamis, 12/12/2010

Bersiap-siap

Pada waktu itu saya bersama dengan teman-teman pelncong yang lain sudah mengagendakan untuk diving bersama.

Kami memilih pukul 09.00 malam saja, hitung-hitung berolahraga malam.

Saya sangat antusias. Ini pertama kalinya bagi saya. Seseorang yang selalu memanjat gunung ketimbang harus turun di laut.

Waktu pun tiba segala sesuatunya dipersiapkan mulai dari tabung oksigen hingga pencahayaan.

Setibanya di spot dive, tepatnya di Waha, Wakatobi kami langsung menaiki spit yang segera membawa kami berwisata bawah laut malam hari.

Jaraknya lumayan jauh dari pulau. Satu persatu teman saya telah turun. Tinggal saya saja bersama instruktur dive.

Saya sepertinya kesulitan dalam meerima materi nyelam.

Baiklah 80 persen saja terserap, saya mulai dengan ucapan doa sesuai keyakinan.

Perlahan ku bungkukkan tubuhku dan turun ke laut.

Rasanya banyak busa. Hhehehe itu dari tabung oksigen.

Saya sudah berada di bawah laut Wakatobi. Kesan pertama “Wow” luar biasa.

Saya nekad berpisah dengan para teman-teman saya. Saking geregetan ingin berjelejah dan mengetahui kehidupan malam bawah laut.

Para hewan laut memacncarkan cahayanya. Entah hewan apa itu disebelah kiri dan kanan. Mereka terlihat begitu indah.

Misteri

Asyiknya bermain dan berjelajah. Kakiku terkibas oleh sebuah benda. Sepertinya saya mulai takut. Saya hanya bergerak maju. Namun arus seakan menarikku.

Kepala tidak ku tolehkan. Pokoknya, bergerak maju dengan senter yang ku pegang.

Hingga akhirnya sebuah bayangan hitam besar lewat dihadapanku.

Saya yakin mulai berhalusinasi. Sudah sekitar 30 menit saya berada di dalam air laut. Tersesat dan tak bertemu teman-teman bahkan instruktur.

Saya akhirnya berhenti pada sebuah hamparan kosong tak ada karang. Namun, ini nampaknya dalam sekali. Saya pasrah.

Muncul sesosok wanita dengan berpkaian putih. Tampak menyeramkan namun cantik.

Ia mengajakku melihat istananya yang kini nampak abu. Saya tak mendengar begitu jelas suaranya, hanya raut wajah yang terlihat sedih.

Ia seperti memancarkan amarah, terumbu karangnya hancur dan tak lagi berwarna serta berbias.

Nampaknya, wanita itu telah ratusan tahun menjaga. Terlihat dari beberapa kata yang tertulis di bau-batu mati “940 sm” itu seingatku.

Dia memegang tanganku memberiku sebuah batu berbinar. Ku kepal erat, dan seketika saya tertidur.

Hingga tersadar pada saat teman-teman telah disekelilingku. Saya bercerita apa yang telah saya alami.

Mereka pun percaya dan membuat larangan untuk pengeboman di dasar laut, demi keberlangsungan habitat yang ada didalamnya.

Kapal-kapal tongkang dan sejenisnya dilarang melepaskan jangkar dan bertengker diarea terumbu karang.

Sungguh pengalaman mistis yang bermanfaat.

Cerita ini disampaikan oleh Viona Nallarew

Comment here