Informasi

Jangan Lakukan! Berikut Hal-Hal yang dapat Membatalkan Puasa

hal hal yang dapat membatalkan puasa

Jangan Lakukan! Berikut Hal-Hal yang dapat Membatalkan Puasa

Puasa bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar hingga matahari terbenam.

Banyak kewajiba-kewajiban yang harus dilakukan pada saat puasa.

Tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk menghindari hal-hal yang dilakukan.

Dikutip dari website NU, kitab Fath al-Qarib dijelaskan bahwa perkara yang dapat

membatalkan puasa meliputi beberapa hal, berikut perinciannya:

1. Masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan disengaja

Maksudnya, puasa yang dijalankan seseorang akan batal ketika adanya benda (‘ain)

yang masuk dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam

yang dalam istilah fiqih biasa disebut dengan jauf.

Seperti mulut, telinga, hidung. Benda tersebut masuk ke dalam jauf dengan

kesengajaan dari diri seseorang.

Lubang (jauf) ini memiliki batas awal yang ketika benda melewati batas tersebut

maka puasa menjadi batal, tapi selama belum melewatinya maka puasa tetap sah.

Dalam hidung, batas awalnya adalah bagian yang disebut dengan muntaha khaysum

(pangkal insang) yang sejajar dengan mata; dalam telinga, yaitu bagian dalam yang

sekiranya tidak telihat oleh mata; sedangkan dalam mulut, batas awalnya adalah

tenggorokan yang biasa disebut dengan hulqum.

Puasa batal ketika terdapat benda, baik itu makanan, minuman, atau benda lain

yang sampai pada tenggorokan, misalnya.

Namun, tidak batal bila benda masih berada dalam mulut dan tidak ada sedikit pun

bagian dari benda itu yang sampai pada tenggorokan.

Berbeda halnya ketika benda yang masuk dalam jauf seseorang yang sedang

berpuasa dilakukan dalam keadaan lupa, atau sengaja tapi ia belum mengerti bahwa

masuknya benda pada jauf adalah hal yang dapat membatalkan puasa.

Dalam keadaan demikian, puasa yang dilakukan seseorang tetap dihukumi sah

selama benda yang masuk dalam jauf tidak dalam volume yang banyak, seperti lupa

memakan makanan yang sangat banyak pada saat puasa.

Maka ketika hal tersebut terjadi puasa dihukumi batal.

(Syekh Zainuddin al-Maliabari, Fath al-Mu’in, juz 1, hal. 259)

2. Mengobati dengan cara memasukkan benda (obat atau benda lain) pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur)

Misalnya pengobatan bagi orang yang sedang mengalami ambeien dan juga bagi

orang yang sakit dengan memasang kateter urin, maka dua hal tersebut dapat

membatalkan puasa.

3. Muntah dengan sengaja

Jika seseorang muntah tanpa disengaja atau muntah secara tiba-tiba (ghalabah)

maka puasanya tetap dihukumi sah selama tidak ada sedikit pun dari muntahannya

yang tertelan kembali olehnya.

Jika muntahannya tertelan dengan sengaja maka puasanya dihukumi batal.

4. Melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis (jima’) dengan sengaja

Bahkan, dalam konteks ini terdapat ketentuan khusus: puasa seseorang tidak hanya

batal dan tapi ia juga dikenai denda (kafarat) atas perbuatannya.

Denda ini adalah berpuasa selama dua bulan berturut-turut.

Jika tidak mampu, ia wajib memberi makanan pokok senilai satu mud (0,6 kilogram

beras atau ¾ liter beras) kepada 60 fakir miskin.

Hal ini tak lain bertujuan sebagai ganti atas dosa yang ia lakukan berupa

berhubungan seksual pada saat puasa.

5. Keluarnya air mani (sperma) disebabkan bersentuhan kulit

Misalnya, mani keluar akibat onani atau sebab bersentuhan dengan lawan jenis

tanpa adanya hubungan seksual

Berbeda halnya ketika mani keluar karena mimpi basah (ihtilam) maka dalam

keadaan demikian puasa tetap dihukumi sah.

Comments (8)

  1. Nice artikel gan, sangat bermanfaat menambah pengetahuan kita di bulan puasa ini

  2. Perfect..keren gan bagus bermanfaat banget

  3. Bagus gan artikelnya

  4. Informasi yg sangat membantu gan…

Comment here