Cerita Mistis

Cerita Mistis tentang Hany Kekal dan Akan Selalu Menganggu

cerita mistis hany

Matanya menembus ruang gelap berteman dan berkenalan dengan makhluk-makhluk astral.

Dalam cerita mistis kali ini kenalkan namanya, Hany.

Dia menyukai musik klasik dengan bunyi piano yang mendebarkan jantung.

Dia aneh, menyukai warna hitam dan merah.

Pada malam di tahun 1998, Hany pergi.

Ia meninggalkan semua kenangan gelapnya.

Tewas mengenaskan disebuah rumah tua, warisan orang tuanya.

Hany semasa hidup tak pernah bahagia, dia sosok yang sangat jahat.

Konon katanya, meski telah meninggalkan jejak dunia. Arwah Hanny masih terus ada di rumah tua miliknya itu.

Hingga suatu ketika, pamannya bernama Viktor berniat menjual rumah tersebut.

Laku terjual. Ditempati sepasang pasutri Ringgo dan Vika.

Dengan harga sangat murah, Ringgo dan Vika menjadi pemilik sah rumah tersebut.

Tak disangka, bukannya membayangkan kehidupan yang bahagia tentram dan damai. Ringgo dan Vika, menjadi bahan kejahilan Hany.

Hampir setiap malam pada tahun 2000, usai dua tahun kepergian Hany.

Ternyata “ia belum pergi”.

Nafasnya terdengar jelas disetiap sudut rumah.

Pada suatu ketika dimalam purnama, Vika seorang diri menunggu Ringgo pulang.

Vika yang sedang asyik menjahit tak mengira, malam tersebut akan menjadi malam kelam baginya.

Seperti malam-malam sebelumnya, Vika memang kerap kali diganggui sosok Hany.

Namun, ia tak memperdulikannya. Namun, Hany tetap saja tak gentar sepertinya tak menyukai ada seorang pun yang menempati rumah tersebut.

Hany tak pernah memperlihatkan wujudnya, namun aura dan suaranya sangat terasa.

Vika mulai geram dengn tingkah Hany, ia akhirnya berteriak ketakutan mencari suara aneh.

Berbisik ditelinga kanan dan kiri Vika, untuk pergi meninggalkan kediamannya.

Vika awalnya mengira itu akan menghilang, namun tidak. Tubuh Vika seolah teraba. Rambutnya perlahan naik keatas, Hany mulai berniat merasuki raganya.

Baca juga: Bunuh Riri Karena Indigo

Perlahan Hany menembus dimensi lain, dimensi dunia.

Hany merenggut nyawa Ringgo dan Vika

Dan Hany berhasil masuk.

Raga Vika kini adalah Hany.

Hany menari kegirangan ditubuh Vika. Hingga, Ringgo pulang disambut oleh istri yang sedang dirasuki.

Ringgo memberi salam, namun Vika tak menyahutnya lagi.

Ringgo sadar mata Vika sangat berbeda. Merah dan berurat, bulat dan menyala.

Ia bertanya kepada sang istri, namun Vika tersenyum aneh.

Ringgo sadar ada yang lain dari sikap istrinya.

Vika meraba leher Ringgo, hingga tersadar Vika menekan leher tersebut.

Ringgo tercekik tanpa suara, sangat hening.

Ringgo mencoba melepaskan namun, tangan Vika begitu kuat.

Vika mulai berubah, wajahnya pucat dan beberapa urat didahi seperti menonjol keluar.

Ia tak sadar, nyawa suaminya telah lenyap ditangannya.

Perlahan-lahan Vika menjemput nyawanya sendiri.

Ia mengambil pisau tak begitu tajam. Pisau yang biasa ia gunakan untuk memasak.

Vika mengiris perlahan urat nadi di tangannya.

Hingga putus dan tak bernyawa.

Ringgo dan Vika, adalah awal dari ulah Hany yang kejam.

Tahun-tahun berlalu, polisi tak mampu mengungkap penyebab kematian mereka.

Dan memastikan, kematian Ringgo dan Vika adalah bunuh diri.

Hany masih ada, menguasai seluruh wilayah rumahnya yang beraksitektur rumah jaman belanda.

Hal yang sama akan terjadi pada siapapun yang menempati rumah tersebut.

Paman Hany mulai menyadari, bahwa kemenakannya yang begitu pendiam sewaktu hidup akan selalu kekal.

“Hanya aku pemilik rumah ini, jangan ganggu aku,” tutur Hany bersama kursi goyang ibunya.

Iya, seluruh perabot rumah masih tetap ada.

Comment here