Cerita Mistis

Tak Terima Indigo, Adinda Tewas Gantung Diri

Malam kembali datang, dengan warna yang lebih gelap dan udara dingin.

ini  cerita mistis tentang seorang perempuan bernama Adinda yang bunuh diri karena indigo

Mencekam, penuh ragu untuk pulang jam segini.

Kembali Adinda menoleh ke arah jam.

Namun, pekerjaan belum juga selesai.

Gerimis, kemudia hujan deras lagi.

Adinda terus mengangkat kepala, berkali-kali melihat kearah jam dinding.

Sekarang menunjukkan pukul 01.35 dini hari.

Memegang leher, mengikat rambut yang terurai panjang.

Meski dingin, namun gerah.

Ruangan kerja sudah meredup. Lampu demi lampu dimatikan.

Adinda bergegas pulang. Merapikan meja dari gelas dan kertas yang berantakan.

Terburu-buru meninggalkan ruangan menuju basement. Hanya suara sepatu Adinda yang terdengar.

Nafas tak beraturan, Adinda begitu takut malam itu.

Tersisa mobil matic biru terparkir. Masih aman aja. Ketika membuka pintu mobil, belum terjadi apa-apa.

Hingga akhirnya, pada saat menyalakan mesin mobil.

Suara mesin berbunyi, namun sebentar lalu mati lagi.

Mesin kedua kali dinyalakan, namun ditemani iringan berbeda.

Suara itu begitu jelas terdengar ditelinga Adinda.

Seperti suara wanita, yang sedang cengengesa.

Adinda mulai tak tenang. Mesin untuk ketiga kalinya di bunyikan, suara tawanya mengikuti dengungan mesin.

Kemudian, Adinda semakin gelisah. Hingga akhirnya ia secara spontan menaikkan gas dan mobil bisa di nyalakan dengan normal.

Sepanjang jalan Adinda diselimuti kekhawatiran memuncak.

Sosok wanita tua, berambut panjang dengan darah berlumuran diwajah ada tepat disampingnya.Menemaninya menyetir.

Sepanjang 30 menit dijalan pulang, Adinda gelisah dengan keringat bercucuran.

Adinda sadar itu adalah sosok yang selalu hadir menganggunya beberapa minggu terakhir ini.

Nenek tersebut terus menatap Adinda, dengan penuh amarah.

Matanya tak terlihat, akibat darah yang begitu banyak diwajahnya.

Adinda mengeluarkan air mata, dan terus mengusap wajahnya.

Setibanya di rumah, ia langsung berlari menuju kamar. Menutup kuat pintu dan langsung meloncat keatas kasur, menarik selimut.

Seketika tertidur lelap, nenek tersebut berada diatas Adinda.

Dan tidurlah ia sepanjang malam bersama sang nenek.

bunuh diri karena indigo

Itulah Adinda, wanita karier indigo yang selalu dihantui oleh neneknya.

Adinda berusaha menerima keadaannya, ia takut memberi tahu siapapun yang terjadi pada dirinya.

Ketakutan dan kecemasan ia rasakan sendiri.

Hingga pada akhirnya, ia bunuh diri untuk menenangkan pikirannya.

Mati secara tragis, menggantungkan leher dari atas balkon rumah.

Raganya tak bernyawa. Berayun ayun kakinya, mata terbuka, dengan sisa air mata di pipi.

Selamat jalan Adinda.

Comment here